Showing posts with label ar-risalah. Show all posts
Showing posts with label ar-risalah. Show all posts
 Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Terbitan : Ar-Risalah Product Sdn. Bhd.
Jumlah Halaman : KCB I = 451 Muka Surat
                           KCB II = 664 Muka Surat


Entah kenapa tiba-tiba ia merasa berdosa. Ia merasa berdosa dan jijik pada dirinya sendiri yang begitu rapuh, mudah terpedaya oleh tampilan luar yang menipu. Ia jijik pada dirinya sendiri yang ia rasa terlalu cair pada lawan jenis yang belum halal baginya. Ia hairan sendiri kenapa jati dirinya seolah pudar saat berhadapan atau berdekatan Eliana. Apakah telah sedemikian lemah imannya sehingga kecantikan jasadi telah sedemikian mudah menyihir dirinya. Ia beristighfar dalam hatinya. Berkali-kali ia meminta ampun pada Dzat yang menguasai hatinya.

Azzam meratapi kekhilafannya dan memarahi dirinya sendiri. Dalam hati ia bersumpah akan lebih menjaga diri, dan hal yang menistakan seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Ia juga bersumpah untuk segera menemukan orang yang tidak kalah hebatnya dengan Eliana, tapi bertudung litup, solehah, boleh berbahasa Arab dan berbahasa Inggeris dengan fasih. Kalau terpaksa gadis itu orang mesir tidak mengapa. Yang jelas rasa terhinanya harus ia sirnakan.

Ia harus menemukan kembali kehormatannya sebagai seorang Azzam yang memiliki harga diri. Meskipun masyarakat Indonesia di Mesir mengenalinya hanya sebagai tukang masak atau penjual tempe, tapi harga diri dan kesucian diri tidak boleh diremehkan oleh sesiapapun juga. Ia yakin akan memperolehi isteri yang lebih jelita dari Eliana, dan lebih baik darinya. Ia yakin itu tekadnya. Ia ulang-ulang tekad itu dalam hatinya. Ia rajut dengan doa. Ia bawa tekad itu ke dalam tidurnya. Ke dalam mimpinya. Dan ke dalam alam bawah sedarnya.
 Penulis : Habirurrahman El Shirazy
Terbitan : Ar - Risalah Product Sdn. Bhd
Jumlah Halaman : 722 Muka Surat

Apa yang akan berlaku, jika seorang graduan lulusan agama, bernama Muhammad Ayyaq, hidup di negara yang amat menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi, iaitu Russia? Adakah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi gadis-gadis muda Moskow, yang kecantikan mereka tiada taranya?

Ayyas sudah memejamkan kedua matanya. Dia ingin segera lelap. Tetapi bayangan Yelena dengan segala keindahan tubuhnya, yang baru saja dilihatnya meskipun sekejap, seolah-olah hadir di pelupuk matanya. Bayangan wajah cantik Anastasia Palazzo juga menari-nari di pelupuk matanya. Darah mudanya semakin hangat. Ayyas berusaha menepis banyangan itu tetapi tidak mudah. Bayangan itu seperti tersimpan dan menempel erat di salah satu sudut hatinya. Seperti virus di komputer yang tidak mudah dihilangkan. Ayyas merasa ujian keimanan ini terasa lebih berat daripada musim dingin yang paling menggigit sekalipun.

Rasa dingin yang mengigit itu terasa hilang begitu saja ketika dia masuk ke kamarnya yang hangat oleh pemanasnya. Tetapi virus moleknya Yelena dan cantiknya Anastasia tidak mudah dihilangkan. Meskipun dia sudah solat dan membaca Al-Quran, virus itu tidak juga dapat dihapuskan dengan sempurna, masih tersisa, hanya mampu dijinakkan. Ayyas membaca istighfar berulang kali. Lebih dari tujuh puluh kali. Dalam istighfarnya, dia teringat pesan Kiai Luqman Hakim, saat mengaji di Pesantren Kajoran Magelan dulu.

"Ingatlah nak, kecantikan wanita itu yang menjadi sebab para penuntut dan satria gagal dalam pertapaannya."

Ayyas terus berzikir dan beristighfar sampai tertidur. Dalam tidurnya yang pulas, Ayyas bermimpi ada dua ekor ular masuk ke dalam kamarnya dan memburunya.

Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Terbitan : Ar - Risalah Product Sdn. Bhd
Jumlah Halaman : 492 Muka Surat